Grobogan Metro Re@lita
Adanya 2 Mobil Dinas dan 2 motor dinas yang menumpuk dirumah Gembong Kepala Dinas Peternakan membuat efektifitas kerja terganggu.Dinas Peternakan di bagi menjadi 2 Sub Bidang,dan Eselon 3 belum kebagian mobil dinas.Plat Merah Jenis AVP yang baru dibuka dari plastiknya membuat rebutan Kepala Dinas dan
Staf yang lain,bahwa Mobil plat merah AVP tersebut seharusnya dipakai oleh Dr Riyondo sebagai kendaraan operasional IB.
Adanya sorotan penggunaan mobil dinas berlebihan ini Gembong membantah,bahwa di kantor tidak ada tempat parkir mobil dan dinas hanya ada satu penjaga malam itupun belum memadai,demi keamanan mobil tersebut maka mobil itu diparkir dirumah kami ,selain sudah malam dikembalikan ke rumah .
Saat ditemui Re@lita diruang kerjanya pihaknya mengakui bahwa sepeda motor miliknya sebanyak dua buah dan kami yakin bahwa sampai wartawan mengetahui kemungkinan besar dari staf kami yang beberapa bulan lalu dipanggil karena melakukan pelanggaran kerja karena telah melakukan selingkuh bendahara dan kasinya.Seharusnya staf kami mengoreksi perbuatanya dong,lihat dirinya sendiri seperti apa,kalau ada unsur tidak senang jangan sampai keluar sampai didengar oleh wartawan,
Gembong juga menambahkan kalau pihaknya memiliki 2 unit mobil plat merah dan 2 sepeda motor itupun Honda kharisma yang satu jatah dari Jakarta yang masih bernomor plat B.Honda Bebek 100cc dan Yamaha meo juga tak jalan saat ada banjir.
Saat banjir mobil semua dipakai dan dikembalikan kerumah saya,bahkan adanya mobil yang berlebihan ini kami dulu juga disinggung oleh wakil bupati H Icek Baskoro SH,disinggung secara umum bahwa SKPD ada yang bawa mobil dan sepeda motor,”saya itu hanya pegawai bupati mau dipindah ya siap siap saja.Mobil AVP yang baru tersebut untuk operasional dilapangan untuk IB (Inseminator Buatan) diberikan 2 1/2 sekali suntik tiap ekor,itupun yang mengelola paguyuban swasta yang anggotanya ada PNS 3 orang sudah dibekali ketrampilan dan kursus,untuk pengadaan Intro,N2 cair,Plastik.
Mobil dinas yang dikeluarkan ini menurut tidak boleh dipergunakan untuk orang lain karena sebagai penanggung jawab dan pengguna adaggaran adalah Dinas situ sendiri.Anggapan tentang adanya monopoli kendaraan dinas yang berlebihan ini ditolak oleh gembong dan itu hanya 3 bulan yang lalu setelah itu dikembalikan ,pada saat selesai musibah banjir.Rencananya mobil dinas yang dikembalikan ke rumah Gembong akan dibuatkan tempat parkir khusus dikantor.
Tiap suntikan IB paguyuban yang dibagi menjadi beberapa bagian,tiap paguyuban mencafer setiap suntik IB sapi Betina yang masih produktif dengan biaya Rp 50 .000,-.Biaya IB tergantung pada wilayah kerja masing masing,untuk desa bagian timur paling terbanyak kelompok tani ,seperti kecamatan gabus tiap hari Inseminasi bisa mencapai 12 ekor.
Kenaikan tarif yang berlebihan dari pihak Paguyuban adalah musyawarah UPTD yang awalnya sebagai Fasilitator 2.1/2 % masuk ke PAD,sisanya untuk membeli plastic Storn/Sak Semen,N2 Cair dan biaya lainya sebesar 12 %.jasa paguyuban yang telah menghubungkan dengan para pemilik ternak.(Bagus Murgan)