CAMAT DUKUNG RENOVASI PASAR DS. SUMBERJOSARI

Grobogan Metro Re@lita Cyber
Sebelum dipimpin Kades Sumondo,Pasar Induk Desa Sumberjosari bagunanya memprihatinkan,tekanan untuk dibangun datang dari segala arah hingga masyarakat memutuskan.enggan kepasar dengan alasan pasarnya jeblok,kotor,bangunanya jelek,dan nampak kumuh tidak sehat,bahkan sebagian warga Sumberjosari merelakan uangnya untuk belanja pergi kepasar Godong dengan mengeluarkan biaya angkutan Rp 1.200 yang jaraknya 7 kilometer.Keprihatinan dan keluhan
warga ini menggugah Kepala desa sehingga semua perangkat desa dikumpulkan untuk membuat perdes yang bertujuan perkembangan pembangunan pasar desa.Kerja Keras kades Sumondo yang tidak hanya mengandalkan bantuan dari APBD Kabupaten Grobogan,namun dirinya berusaha membangun pasar tersebut dengan bantuan swadaya masyarakat.
Pembuatan pasar yang tadinya mangkrak tak teratur kini sudah ditata kembali termasuk penempatan para pedagang basah dan pedagang kering.Sebelum pembuatan pasar tersebut semua dikumpulkan di kantor Balai Desa Sumberjosari antara lain staf pamong desa ,BPD,LKMD,dan semua para pedagang untuk berembug masalah pembiayaan.Hal ini dilakukan Kepala Desa Sumondo karena usulan dari masyarakat utamanya para pedagang pasar Sumberjosari.sendiri
Untuk antisipasi terhadap rawanya angin bencana alam,los pasar Sumberjosari yang awalnya tidak layak pakai,seperti bila ada angin kencang dapat roboh tersebut akhirnya 75 % dapat terselesaikan dengan baik,semua pedagang akan diberikan Los yang bangunanya sangat kokoh dan sekarang bila dilihat sudah tidak lagi kotor dan berlumpur.Hanya saja pedagang buah dan Klitikan yang masih membuat semrawutnya pasar tersebut,hingga ketua Satpol PP Kecamatan Karangrayung Mantri Darmadi (45)kepada InfoPlus Akan segera turun tangan menertibkan semua pedagang buah dan klitikan yang masih mbalelo mangkal disembarang tempat,bila perlu kami akan bergabung dengan Tim seperti Polisi sektor karang rayung demi lancarnya pembangunan di pasar Sumberjosari,”Tegasnya
Pembangunan pasar Desa Sumberjosari Kec.Karangrayung menggunakan RAB (Rencana Anggaran Belanja )dari Dinas Pekerjaan Umum Purwodadi dan Bestek dengan sistim nilai proyek dibagi dengan Jumlah lokal yang ada,sehingga sampai (12/4)tahun 2008 sebanyak 4 los sudah dikerjakan dengan rancang besi yang kuat dan kokoh,untuk Pondasi sebagai kekuatan dasar lantai bawah menggunakan (Dastu) padas dan batu.Tiap Los dianggarkan material sampai Rp 75.000.000,-hingga kini dana yang dikeluarkan oleh pemerintah desa sebagai penangung jawab proyek sudah mencapai Rp 300.000.000,-Sebelum proyek ini dimulai Kepala Desa sudah memberi surat ajuan dan papan pengumuman tentang tata cara demi ketertiban umum yang dibuat didalam pasar berupa baleho besar yang berbunyi larangan menjual kios sebelum akhir masa pelunasan,menjaga ketertiban kebersihan dan keindahan pasar,koordinasi langsung dengan pihak terkait bila ada pedagang yang nakal,selalu koordinasi dengan perangkat Satpol Pamong Praja Kecamatan Tanggungharjo guna ,larangan adanya para pedagang liar yang tak mau diatur,dan tata cara distibusi pembayaran pajak desa.
Kades Sumondo (37) yang dikenal dekat dihati masyarakat adalah salah satunya kades Sumberjosari yang memprakarsai pembangunan pasar tersebut hingga dapat dinilai seorang Kepala Desa satu satunya yang dapat menciptakan pembangunan nyata di Grobogan,hingga empat los ia kerjakan dengan bantuan swadaya masyarakat desanya,untuk pembuatan pondasi melingkar pasar induk desa ini kini garapanya hampir finising.Waktu pikiran dan tenaga dimaksimalkan untuk menyelesaikan proyek besar pasar tersebut hingga material dan bahan bangunan lainya hingga sebagai penangung jawab utama.Kades sendiri,”ini merupakan pembangunan besar besaran yang telah dirasakan para pedagang pasar yang menempati los baru,bayangkan saja los yang terbuat dari kayu dan beratap bambu ini dulu sangat rawan terhadap angin selain sudah lapuk los pasar tersebut juga sangat membahayakan bagi keamanan para pedagang.melihat ha itu maka semua bangunan kami kerjakan dengan swadaya.”kata Kades
Setelah Pra Sosialisasi mengumpulkan para Pedagang dan tokoh masyarakat beserta pernagkat yang lainya ,untuk rencana kedepan Kades Suwondo menghendaki agar kios yang sudah jadi nantinya pedagang tidak perlu khawatir bila Losnya ambruk,dan kotor lagi,kedepan akan lebih baik nampak asri dan rapi itupun akan baik pula sebagai kesehatan bagi makanan dan barang kelontong yang di jual untuk masyarakat sendiri.dan tiap los akan dikotak kotak menjadi bagian yang ukuranya panjang 1 ½ m x Lebar 2,6 m dengan harga berkisar sampai Rp 9 .000.000,-itupun warga bisa membayar dicicil selama 20 tahun setiap hari bila diperhitungkan hanya Rp 1.500,-saja.Aturan yang dipakai Kades Suwondo sebagai dasar untuk Pembangunan desanya sudah ditetapkan dalam Perdes No 143/04/2008 pasal 9 tahun 2008 dilelangkan dengan harga 9 juta/kotak.
Kepala Kecamatan Karangrayung Drs Eko Sugiyanto (11/4) saat ditemui Re@lita diruang kerjanya,membenarkan bahwa dalam pembuatan pasar tersebut sudah ditetapkan menggunakan Perdes segenap BPD rapat dengan Kades semua itu berkat usulan dari masyarakat desa itu sendiri,kami juga mengerti bahwa Kepala Desa Sumondo benar benar memikirkan rakyatnya,kerjanya sangat bagus hingga pasar tersebut hampir selesai pekerjaanya,saya meminta agar semua pedagang sabar,karena dana tersebut adalah dari swadaya masyarakat sendiri dan tidak mengandalkan bantuan dana dari APBD maka dengan pembangunan pasar yang bertahap ini perlu dimaklumi,untuk kedepan agar Para pedagang dapat mengangsur maka kami sangat setuju kalau melalui program sewa kelola yang bekerja dengan Bank BKK Kecamatan Karangrayung dan untuk ciptakan Situasional dan Kondisional kami minta warga terutama pedagang sebelum pasar ini lunas jangan sampai terjadi jual beli los yang tanpa sepengetahuan pihak yang berwenang seperti Kades dan perengkat desa yang lain.”tegas camat (Bagus Murgan)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...