Bukit di permukiman Dukuh Gemblung, Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Rabu kemarin (20/2) longsor beberapa meter. Sekitar 15 kepala keluarga (KK) yang jiwanya terancam karena tinggal di sekitarnya akan direlokasi ke tempat yang lebih aman secepatnya.
Kepastian demikian diperoleh setelah Camat Wirosari Andung Sutanto beserta Kapolsek dan Danramil setempat didampingi Kades Dokoro Sularno mengundang warga yang rumahnya
terancam roboh ke balai desa. Warga diarahkan agar mau dipindah ke tanah banda desa (Dokoro-red) yang jaraknya hanya beberapa meter dari hunian lama.‘’Kami menyarankan agar warga mau dipindah. Daripada bertahan tapi keselamatannya terancam. Dan semua warga tidak ada yang menolak diajak pindah,’’ jelas Camat Wirosari Andung Sutanto kepada InfoPlus, kemarin.Dijelaskan, musibah bukit longsor dan retak terjadi kemarin setelah di kawasan tersebut diguyur hujan cukup deras hingga 4 hari. Tanah yang retak membentuk patahan sepanjang 90 meter melingkar dan ambles 1 meter hingga 2 meter.
Akibatnya, 15 rumah yang ada di bawahnya terancam roboh. Bahkan dua rumah di antaranya milik Mbah Warni (50) dan Ny Sayem (27) sudah diratakan dengan tanah. Sebab kondisinya sudah nyaris runtuh, dan oleh pemiliknya dirobohkan sekalian.
Kepala Dusun Gemblung, Desa Dokoro, Parsono (50) menambahkan, ke-15 rumah yang terancam roboh berada di RT 22 RW VI. Di antaranya rumah Sukardi, Raban, Slamet, Parni, Suratmin, Yasman, Sukani, Hadi Prayitno. Di samping rumah Sutono, Dulkarim, Suwarto, Sarwi, Rahman, Sunti, serta Legiman.
Hanya saja, pihaknya belum dapat menjelaskan darimana biaya pindah rumah bakal diperoleh. Sebab rata-rata warga yang tinggal di perbatasan Kabupaten Pati tersebut ekonominya kurang mampu. Mereka hanya jadi petani kecil yang tanahnya kurang subur.
‘’Melalui kecamatan kejadian ini sudah dilaporkan ke pemkab. Semoga segera ada bantuan. Untuk sementara warga dan kecamatan swadaya dulu ala kadarnya,’’ jelasnya yang menambahkan pindah tinggal menunggu kesiapan warga.
Longsor Kota Purwodadi
Sementara, tanah longsor pasca banjir di Kabupaten Grobogan, akhir tahun kemarin, juga terjadi di Dukuh Kwarungan, Desa Kalongan, Kecamatan Purwodadi. Korbannya tiga rumah sekaligus yang berjajar, milik Sugito (34), Purwoto (53), dan Ngadimin (65).Menurut Purwoto, rumahnya persis di sebelah Kali yang mengarah ke Glugu (terusan dari Kali Lusi-red). Tanah bagian belakang rumahnya persis di pinggir Kali Lusi ambrol sepanjang 10 meter dan sedalam 4 meter.
‘’Diduga ambles setelah terendam banjir beberapa waktu lalu. Sebab air sungai meluap hingga ke darat. Namun amblesnya baru kemarin perlahan-lahan setelah diguyur hujan,’’ kata Nyaman (39), ketua RT setempat.
Untuk mengamankan bangunan rumahnya yang terbuat dari papan, dia harus memasang pagar (pancang) bambu sebagai penahan gerusan air. Pekerjaan ini mesti digarap secara gotong royong dengan para tetangganya.
Purwoto menempati rumah tersebut selama 45 tahun dan mereka tingga sudah turun temurun baru sekali ini kena musibah banjir. Saat ditanya kemungkinan pindah rumah, dia mengaku tidak punya duit untuk membeli tanah atau rumah baru. ‘’Kami berharap ada bantuan dari pemerintah, karena mendadak kami tidak mampu untuk segera pindah,’’Kata Pur sambil meratapi nasibnya (Bagus Murgan)