HARGA GABAH MT2 BELUM MEMIHAK PETANI GROBOGAN


Kabupaten Grobogan yang terkenal dengan lahan pertanianya yang luas,hingga pada Masa Tanam ke II harga gabah naik Petani akan mengalami nasib mengais sisamakanan apa adanya setelah lumbung padinya kosong.Bagi petani pola tunda jual sudah terlambat ketika Inpres no 1 Tahun 2008 tanggal 22 april lebih dahulu dikeluarkan.
Inpres No 1 Tahun 2008 bertujuan dengan pertimbangan meningkatkan stabilitas ekonomi nasional dalam mencapai pendapatan petani ,juga meningkatkan ketahanan pangan dalam pengembangan ekonomi untuk mencapai maksimalnya kebutuhan perberasan nasional. Kebijakan
Inpres ini menetapkan bahwa Harga Pembelian Gabah Kering Dalam Negeri Kadar air Maksimum 20 % dengan kadar hampa kotoran maksimum 10 % adalah Rp 2200,-/Kg di petani sedangkan di penggilingan Rp 2240,-/Kg.Harga Pembelian Gabah Kering Giling dalam Negeri dengan Kualitas kadar air Maksimum 14 % dan Kadar hampa kotoran 8 % adalah Rp 2800,-/Kg di petani sedangkan di penggilingan Rp 2840,-/KgHarga pembelian beras dalam Negeri dengan kuwalitas kadar air Maksimal 14 % ,butir patah maksimal 20 % kadar menir maksimal 2% dan derajat sosoh minimum 95 % Rp 4300,-/Kg di Gudang Bulog
Namun kenyataanya yang terjadi dilapangan bahwa warga Kabupaten Grobogan merasa bahwa Inpres tersebut dianggap terlambat belum tepat waktu,dengan alasan bahwa munculnya inpres No 1 Tahun 2008 belum berpihak pada petani kecil karena dikeluarkan sesudah panen raya.Hingga petani yang sudah menjual berasnya pada (masa tanam)MT 1 bulan januari kini harus kelabakan membeli beras kembalikepada pedagang pasar dengan harga yang sudah naik.
Menurut Topik anggota LSM Info Kom Dalam menetapkan kebijakan Ekspor inpor beras Bulog belum menjaga kepentingan petani dan konsumen,untuk memenuhi cadangan beras pemerintah harus selalu menjaga stabilitas harga di dalam negeri,apalagi dengan mengekspor beras keluar daerah sedangkan kesedian beras di wilayah Grobogan bila belum tercukupi ini akan mengganggu stabilitas harga dan ujungnya petani kecil akan menderita pada saat MT 2 bulan april kedepan.kalau saya tahu akan naik harga gabah pada (22/4) pasti semua hasil panen petani tidak akan di jual dahulu.”tegas Topik
Seperti yang dikatakan Joko S (35) )Staf Bulog warga Gendingan Kec.TorohKabupaten Grobogan“Petani sudah menjual Gabah pada tengkulak pada bulan Januari sampai maret ,dan hingga kini persediaan di rumah tak ada,karena pada saat MT 1 terjadi penurunan harga Gabah.Setelah ada kebijaksanaan Perberasan melalui InpresNo 1 Tahun 2008 harga gabah mulanya Rp 1.400/Kg hingga pada (22/4) bisa naik mencapai Rp 2400/kg .
Kenaikan tersebut menurut joko belum mencapai angka yang stabil,.namun hanya naik berkisar antara 10 % saja,Bulog sendiri sudah mengadakan pementauan ke desa desa pedalaman yang bekerja sama dengan kelompok tani andalan yang melibatkan tim satgas Bulog untuk operasi pasar.Kerja keras Bulog Kabupaten Grobogan adalah jemput bola terjun kelapangan untuk membeli Gabah Petani sesuai prosedur Inpres No 3 Tahun 2007.Hingga pada Bulan Januari MT 1 Tim pendataan ulang Registrasi Bulog Semarang langsung ke lapangan dengan harapan Pengadaan pangan di daerah Grobogan dapat stabil,mengajak petani sebagai mitra kerja Bulog dalam panen raya mendatang.Tim tersebut terdiri dari Sub Dolog ,Pemkab Grobogan ,bagian Ketahanan Pangan,Disperindag,Petani KTNA sebagai tangan panjang Bulog.
Saat ditemui Info Plus Kepala Gudang Bulog 104 Purwodadi berkantor di Jl Raya Purwodadi Solo Km 5 (0292) 422196 Gatot Hendro Waluyo(42)mengatakan.” Untuk pelaksanaan pembelian gabah / beras oleh pemerintah secara nasional dilaksanakan oleh perum Bulog dan untuk daerah juga dapat dilakukan oleh badan pemerintah atau badan usaha di bidang pangan.Bulog melaksanakan tugas sudah maksimal,dengan tenaga ahli untuk melihat kuwalitas waktu untuk di komsumsi,karena saat masuk ke Bulog gabah petani sebelumnya sudah diteliti dengan melakukan Drying laboratorium berulang untuk dilihat kadar CO2 yang dikandung,bahkan satgas dari Bulog tetap melakukan pendataan melangkah di wilayah yang belum terjangkau oleh beberapa mitra kerja di pedalaman.Pada bulan Januari Harga GKG (Gabah Kering Giling) mencapai Rp 1.400,-/Kg,sedangkan HPP Pemerintah Rp 2000/Kg yang memiliki Kadar Hampa 20 %.Harga GKP (Gabah Kering Panen) Rp 2000,-/Kg naik hingga Rp 2400,-/Kg.Penurunan harga Gabah di wilayah Kabupaten Grobogan karena berpengaruh pada cuaca alam ,kebanjiran terendam air sampai 5 hari mengakibatkan Gabah kering panen kadar airnya mencapai 25 % hampa kotoran maksimal 10 %.Hingga saat ini mekanisme pemerintah dalam pembelian gabah petani sudah diatas harga pasar bebas.”Tegas Hendro
Grobogan yang terkenal dengan lahan pertanianya yang luas,hingga pada musim paceklik harga gabah naik warga hanya akan makan makanan apa adanya,itupun makanan yang dijual juga harganya sangat melambung setelah lumbung padi petani kecil kosong.
Menurut Suwardi (43)Ketua KTNA Kab Grobogan dalam acara bedah pendapat DALAM EVALUASI kinerja pelaksanaan kebijaksanaan perberasan pada sabtu (26/4) pukul 10.00 WIB disekretariat KTNA (Kelompok Tani Nasional Andalan) Purwodadi mengatakan.”Dengan adanya Inpres 1 Tahun 2008 kenaikan harga beras dengan HPP Pemerintah Rp 2.100/Kg tingkat petani kemudian masuk ke penggilingan Rp 2240 kenaikanya mencapai 10 % tidak dapat dinikmati petani karena berasnya sudah habis hingga BPMKP Provinsi Jawa Tengahmelalui ketua II Ir.Lulus Budiyono beserta staf ahli perberasan Edy P (32) sudah melakukan kunjungan kepada KTNA wilayah Grobogan pada dasarnya Petani Kabupaten Groboganbisa terima dengan adanya Inpres 1 Tahun 2008 ,HPP Pemerintah Rp 2,200,-/Kg berarti naik menjadi 30 % dari biaya Produksi karena pengaruh waktu cuaca maupun iklim kondisi demikian petani sebagian lahanya masih mengharapkan air dari tadah hujan,kejadian awal bahwa harga bisa mencapai dibawah standart HPP menurut saya tidak tepatnya danatalangan seperti tepat pada bulan Januari,Kami meminta agar jumlah dana LUED (Lembaga Usaha Ekonomi Desa)Yang diberikan jangan terlalu kecil karena hal ini bisa dilihat dengan area produktifitas tidak sebanding.Terbatasnya dana talangan LUED untuk KTNA itupun harus bisa cair tepat waktu.”Seperti saat lapar tidak ada makanan,namun saat kenyang malah diberi makanan,ini saya katakan bahwa pencairan harus tepat waktu saat petani membutuhkan.Kami mewakili semua unsure Petani pada dasarnya juga bisa menerima dengan kenaikan Gabah di Grobogan Cuma yang menikmati kenaikan hanya 30 % petani saja.
Sementara ketua Badan Pertimbangan dan Organisasi HKTI (Himpunan Kerukunan Tani IndonesiaSlamet.BA(40) mengatakan.”HKTI yang empat bulan sekali diadakan perkumpulan pembinaan kelompok tani pada wilayah Kabupaten Grobogan’ sudah memaksimalkan pekerjaan secara strategis dan teknis dilapangan kepada steak Holder di implementasikan bahwa petani harus segera melaksanakan Pola Tunda Jual gabahnya jangan berlomba menjual disaat harga turun,untuk bantuan talangan dana LUED kami nilai belum tepat waktu karena masa panen petani sudah lewat untuk kebutuhan dana talangan idealnya mencapai Rp 600 Milyard namun kenyataannya hanya berkisar Rp3,5 Milyard 14% Subsidi hingga 50% untuk memihak pada petani kecil.
H M.Kusdi Mitra kerja Bulog (43) warga Kelurahan Danyang Kabupaten Grobogan kepada Info Plus mengatakan .”bila kebutuhan saat ini baru selesai panen berarti lebih besar madarotnya,kami bisa mengartikan bahwa Bulog sudah lengah bahkan untuk bantuan ke raskin saja bisa ikut naik hingga 7 % padahal spikulasi pedagang mencapai 8000 ton masuk bulog berikut sudah campuran menir kami sangat kasihan petani bila beras bisa masuk keluar negeri karena hanya 14% bersubsidi
Pada saat MT 2 kebijakan inpres 1 Tahun 2008 baru ditetapkan bagi kami ini sudah terlambat karena tak memiliki stok beras ,dan harga beraspun dipastikan akan naik terus,menurut saya bahwa pada bulan Januari Bulog sudah mendapat kebocoran tentang adanya kenaikan harga hingga Bulog berhasil menjual Rp 4100,-/Kg dan seharusnya LUED bisa turun tepat waktu agar stamina lembaga petani perdesaan dapat meningkat Petani Grobogan merasa terombang ambing terhadap kebijakan pemerintah tentang kenaikan harga gabah yang melonjak cepat tanpa adanya pemberiyahuan ke petani,Guna mengantisipasi menaiknya harga gabah petani sudah siap untuk melaksanakan pola tunda jual,harapan saya bulog agar segera menyimpan gabahnya jangan sampai di ekspor ke luar daerah...”Tegas Kusdi
Saat ditemui Kepala Bagian Ketahanan Pangan Setda Grobogan Ir .H .M Mohamad Hidayat yang berkantor di Jl Gatot Subroto No 6 Purwodadi (0292) 421040.Ps 320.kepada Info Plus mengatakan.”sampai saat ini pihaknya belum menerima surat Keputusan Inpres No 1 Tahun 2008,menyinggung soal dana talangan LUED untuk petani di perdesaan Rp 2 Milyard ini ada kekeliruan memasukan ke nomor rekening .”tegas Hidayat (Bagus Murgan)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...