HOME

Bupati Grobogan Terima Penghargaan Presiden

Grobogan METRO REALITA CYBER
Grobogan H.Bambang Pudjiono,SH dan Ketua Kelom Tani “Ngudi Luhur” Desa Kluwan Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan secara langsung menerima penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyo, atas prestasinya. Penyerahan penghargaan yang berlanghsung di Asrama Haji Donoyudan, Kabupaten Boyolali, dalam serangkaian acara pembukaan Jambore SL-PTT (Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu) Tahun 2009.
Penyerahan penghargaan kepada Bupati Grobogan H.Bambang Pudjiono, SH dan Ketua Kelompok
Tani ‘Ngudi Luhur” Nur Kholis tersebut, bersamaan dengan penyerahan penghargaan kepada, 16 Gubernur se-Indonesia,119 Bupati, 19 Wali kota serta 3 kelompok tani Teladan Nasional. Hadir dalam acara tersebut, para Menteri Kanbinet Indoensia Bersatu, para pejabat TNI/Polri pusat, Gubernur se-Indonesia , Muspida Tengah, Bupati dan Muspida Kabupaten Boyolali masing-masing beserta istri, serta Undangan.
Bupati H.Bambang Pudjiono, SH menerima penghargaan tersebut, atas prestasinya dalam tahun 2008 mampu meningkatkan hasil pertanian minimal 5%. Namun Kabupaten Grobogan yang merupakan daerah terluas nomor dua se-Jawa Tengah mampu mencapai peningkatan produksi padi diatas 5%, yaitu 5,1% per hekter.
Dalam kesempatan itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan terima kasih khususnya kepada para Gubernur, Bupati, petani teladan, pengusaha, dan seluruh petani yang hadir, yang telah bekerja keras, sehingga mampu meningkatkan produksi pertanian. Diantaranya peningkatan polowijo terutama produksi padi, kedelai, jagung, dan peternakan, sehinggga tahun 2008 Indonesia mampu berswadaya pangan, seperti yang telah di capai beberapa tahun lalu. Dengan demikian, Indonesia kini tidak perlu lagi menginpor beras dari Negara lain, justru seballiknya Indonesia saat ini surplus beras, yang dapat diexpor ke Negara tetangga.
Dikatakan, sebelum mampu berswasembada beras seperti sekarang ini, Indonesia yang merupakan Negara agraris pernah mengimpor beras dari Negara Vietnam, bahkan Indonesia pernah di imbargo oleh negara lain, gara-gara tidak bersedia membeli beras dengan harga mahal. Imbargo ekonomi kepada Indonesia tidak berlangsung lama.
Sebab, dengan kerja keras dan usaha sungguh-sungguh oleh semua pihak yang lambat laun, namun pasti Indonesia mampu meningkatkan produksi padi diatas rata-rata, bahkan beberapa daerah mampu meningkatkan produksi pada tersebut di atas rata-rata Nasional. Pretasi yang cukup membanggakan ini hendaknya dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada masa mendatang dengan program-program yang inovatif. Tersedianya pangan itu sebagai antisipasi peningkatkan jumlah penduduk yang kini sudah mencapai 230 juta jiwa.
Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Anton Apriantono menjelaskan, melalui peningkatkan produksi beras nasional yang di mulai tahun 2007. Tahun 2006 produksi padi mencapai 54,1 juta ton gabah kering giling, tahun 2007 menjadi 57,6 juta ton gabah kering giling, atau naik 4,9%. Pada tahun 2008 berdasarkan angka sementara Bira Statistik meningkat menjadi 60,7 juta ton gabah kering giling atau naik 5,41%.
Selain itu produksi jagung meningkat dari 11,61 juta ton tahun 2006 menadi 13,21 juta ton tahun 2007, dan 16,31 juta ton pada tahun 2008. Produksi kedelai pada tahun 2008 mencapai 776 juta ton atau meningkat 28,92%, jika dibanding tahun 2007.
Melihat sekmen pasar bukan saja untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tapi juga siap berkompetisi di pasar dunia. Keberhasilan itu diantaranya ditunjang oleh adanya SL-PPT di dalam program P2 BN (Pengadaan Produksi Beras Nasional). Dengan adanya program itu, maka Indonesia mampu meraih sukses mencapai swasembada beras tahun 2008.
Di dalam program organisasi Internasional, seperti FAO, Asean,Unscap, G-9,UNCS, dan lain-lain banyak Negara kagum atas keberhasilan Indonesia, dan berkeinginan untuk belajar dari Negara kita.
Melihat pengembangan yang ada selama ini berkeinginan merobah konsep dari SL-PHT menjadi SL-PPT pada tahun 2007. Perubahan SL-PPT tahun 2007 tidak terlepas dari dukungan sarana dan prasarana pertanian, dengan tersediannya berbagai kebutuhan para petani. Seperti tersedianya pupuk, alat pertanian, bibit, dan makin meningkatkan tersedainya air untuk pertanian, dan memberikan bimbingan kepada petani.
Keberhasilan program pengembangan Areal SL-PPT tiap tahun akan terus meningkat. Hal itu dapat di lihat, tahun 2007 dari 1,5 juta hentar menjadi 2 juta Ha tahun 2008, 2,2 juta Ha tahun 2009 dan 2,5 juta Ha tahun 2010.
Tujuan dari SL-PPT adalah mensinergiskan semua pemandu kepentingan dalam meningkatkan produksi padi, memotivasi petugas pendamping dan petani lapangan SL-PPT, agar selalu tetap bergairah dalam menerapkan tehnologi pertanian, meningkatkan komunikasi antar petugas pendamping dan petani pelaksana SL- PPT dalam merealisasi program kebijakan baik dari pusat, propinsi ke daerah kabupaten/kota, dan lainnya.
Kegiatan SL-PPT yang berlangsung dari tanggal 8 dan berakhir pada 10 Juni 2009 tersebut dihadiri oleh 5.000 peserta. Terdiri dari Gubernur se-Indonesia termasuk 19 Gubernur penerima penghargaan,119 bupati dan 10 Walikota berprestasi, dari kelompok tani teladan nasional yang mampu meningkatkan produksi padi dari tahun sebelumnya diatas 5%.
Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, sebelumnya melaporka bahwa, Jawa Tengah terus memacu diri meningkatkan produksi dan kualitas paroduksi hasil pertanian dalam arti luas. Dari waktu ke waktu semangat, greget dan kesengkuyungan masyarakat Jawa Tengah dalam melaksanakan gerakan “Bali Deso Mbngun Deso” tumbuh ke semua kehidupan masyarakat, utamanya kegiatan sector pertanian dalam arti luas, dan menjadi prioritas Jawa Tengah tahun 2008-2013.
Dengan penyediaan pupuk yang cukup, bibit unggul berkualitas, penyempurnaan saluran irigasi, pendampingan pola tanam yang tepat, dertifikasi tanaman dan penyiapan kredit sebagai modal awal dengan bunga rendah, Alkhamdulillah hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan dengan penyerapan system plaster, hasil pertanian di Jateng triwulan I tahun 2007 dapat memberikan kontribusi 5,3% dari total pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tercapai 5,5%.
Untuk meningkatkan dan mempertahankan kondisi tersebut, tepatlah kegiatan SL-PPT itu. Hal itu dapat sebagai contoh bukan saja Jawa Tengah, bahkan ke propinsi lain dengan tersedianya bibt unggul. Dan untuk mendapatkan harga gabah petani yang wajar, agar pemerintah bersedia bersih gudang.
Upaya lain untuk meningkatkan prouksi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah kini telah dirintis pembangunan jalan tol,rintisan kawasan ekonomi khusus Kabupaten Kendal, rintisan pembangunan pakan ternak di Kabupaten Blora, dan pendirian pabrik pupuk organic di beberapa kabupaten.
Dua Penghargaan
 Sementara itu, Kepala Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Grobogan Ir. M. Sumarsono,M.Si kepada Gema Bersemi menyambut gembira atas diterima dua penghargaan dari Presden, atas prestasi membanggakan yang di raih daerah ini.
Penghargaan itu, di terima langsung oleh Bupati Grobogan H.Bambang Pudjiono, SH atas keberhasilan Grobogan dalam meningkatkan produksi padi diatas 5%. Kabupaten Grobogan tahun 2008 mampu meningatkan produksi padi 5,1%. Keberhasil itu, berkat kerja keras semua Dinas/Instansi terkait para petani dan yang dimotori kelompok taninya
Peningkatkan produksi padi tersebut, dapat dilihat tahun 2007 dari luas areal 101.994 Ha menghasilkan 571.485 ton, dengan produktifitas rata-rata 5,603 ton/Ha. Sedang untuk tahun 2008 dengan luasan tanah pertanian 103.959 Ha mampu menghasilkan 600.645 ton gabah kering giling, dengan produktivitas meningkat menjadi 5,6 ton/Ha.
Penghargaan kedua dari Presiden RI yang diterima langsung oleh Ketua Kelompok Tani “Ngudi Luhur” Desa Kluwan Kecamatan Penawangan, Nur Kholis, atas prestasinya mengelola kegiatan pertanian bersama anggota dan para petani sekita, termasuk mengelola kegiatan lain yang berhubungan dengan pertanian. Termasuk kegiatan koperasi, pemenuhan saprodi yang tercatat rapi dalam buku administrasi kelompok. Sehingga semua kegiatan dari catatan dapat diketahui, oleh tim penilai. Baik tim penilai lomba verifikasi tingkat kabupaten, propinsi maupun pusat.
Dikatakan, dari jumlah kelompok tani yang ada di Kabupaten Grobogan sebanyak sekitar 300 kelompok, KT “Ngudi Luhur” yang terbaik selama ini. Ke depan prestasi yang di capai “Ngudi Luhur” itu, agar dapat tiru oleh KT lain untuk mengukir prestasi.
“Kepada KT “Ngudi Luhur” yang telah mengkukir prestasi membanggakan itu, ke depan agar dapat menjadi contoh terbaik bagi kelompok tani lain, yang kini belum berkembang, “katanya, singkat, saat medampingi KT “Ngudi Luhur” di Pondok Haji Donoyudan Kabupaten Boyolali.
Ikut mendampingi Bupati Grobogan H.Bambang Pudjiono, SH saat menerima penghargaan dari Presden RI, Kepala Bagian Humas Setda Grobogan Agung Sutanto, SH, Kekan Satpol PP Drs. Daru Wisakti, Kabid Informasi Publik Dinas Perhubungan Infokom Mujahid Fadlil, S.Sos, M.Si dan beberapa staf. (Rahadi Agus Prihanto,SH) Thanks Good Afternoom (bAGUS mURGAN)