HOME

Pembangunan

Komisi D DPRD Propinsi Jawa Tengah di pimpin Wakil Ketua Komisi D Drs.HM.Indra Suyitno meninjau secara langsung beberapa proyek yang sebagian dibiayai oleh Pemprov Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Grobogan, dalam kegiatan infrastruktur pengairan.

Rombongan sebelumnya di terima oleh Kepala DPUK Ir. Rudy Admoko,MM yeng berlangsung di ruang rapat wakil bupati Grobogan, Jalan Gatot Subroto 6 Purwodadi, Rabo,pekan lalu Hadir dalam acara kunjungan ini Kepala Dinas/Instansi Propinsi Jawa Tengah, dan Kabupaten Grobogan beserta undangan lain

Dalam kesempatan Ir. Rudy Admoko, MM menjelaskan, bahwa proyek Tahun 2007 yang dibiayai sebagian dari dana Pemprov Jawa Tengah bukan hanya menjadi pengawasan Komisi D saja. Namun proyek itu, pengawasannya juga ada di komisi yang lainya. Sebagian besar kegiatan yang berjumlah 7 paket itu menangani infrastruktur pengairan Kegiatan tersebut diantaranya, penanganan Kali Lusi menghabiskan dana Rp 1,4 Milyard, sejumlah Rp 360 Juta diantaranya dana pendamping APBD, sedang sisanya dana bantuan Propinsi Jawa Tengah sebesar Rp 1.040.000.000,-. Kegiatan berupa penanganan tanggul Sungai Lusi yang jebol akibat banjir beberapa waktu lalu, sepanjang 15 meter berlokasi di Kecamatan Pulokulon.
Bila tanggul dalam kondisi baik, dampaknya Sungai Lusi mampu mengairi sawah seluas 2.100 Ha berada di Kecamatan Pulokulon, dan sekitarnya. Saat ini masih dalam pemeliharaan oleh kontraktor. Sehingga tanggul Sungai Lusi itu masih menjadi tanggung jawab kontraktor.
Demikian juga penanganan Kali Ngantru berada di Kecamatan Tawangharjo. Menelan dana Rp.1.170.000.000,- sejumlah Rp 900 Juta diantara dana bantuan Propinsi Jawa Tengah, sisanya dana APBD Grobogan. Dengan usainya penanganan Kali Ngantru itu, selama dua tahun ini,Wilayah Kecamatan Tawangharjo bebas dari banjir.
Sebenarnya banjir besar yang melanda Kabupaten Grobogan di pengaruhi oleh 4 titik yang harus ditangani. Dua titik diantaranya sudah dapat diatasi oleh Pemkab Grobogan yang bekerja sama dengan PSDA Propinsi Jawa Tengah. Sedang dua titik lainnya berada di perbatasan antar daerah kabupaten yang penanganannya yang masih perlu keterpaduan.
Kegiatan lainnya, peningkatan jalan Desa Bolo – Tunggak menghabiskan dana Rp 1.375.000.000,- dengan volume 9,5 Km x 4 meter, kontruksi beton bertulang. Peningkatan Jalan Wirosari –Karangasem. Menelan dana Rp 1,2 Milyard, sejumlah Rp 950 juta dana bantuan Propinsi Jawa Tengah, sisanya Rp 250 Juta APBD Kabupaten Grobogan. Jalan Kontruksi beton 100 mater, dengan ATP 1,950 mater. Penanganan saluran Jalan R.Patah Kecamatan Grobogan menelan biaya Rp 2.975.400.000,- sejumlah Rp 1.485.000,-dana pendamping APBD Grobogan, sisanya bantuan Pemprov Jawan Tengah.
Yang lain pembangunan pasar Godong Kecamatan Godong yang terbakar beberapa waktu lalu. Pembangunannya secara bertahap yang berlantai dua menghabiskan biaya total sebesar Rp 17.586.500.000,-. Pembangunan yang dimulai Tahun 2006, sejumlah Rp 1.825.000.000,- diantaranya dana bantuan Pemprov Jateng, dan Rp 4.825.000.000,-APBD Grobogan. Sedang untuk Tahun 2007 menelan dana Rp 11.186.805.813,- sejumlah Rp 8.773.544.813,-APBD dan sisanya Rp 2.413.261.000,- bantuan Pemprov Jateng. Pembangunannya yang telah rampung Desember 2007 mampu menampung 370 pedagang, 286 dasaran,dan 180 toko. Saat ini masih terdapat 14 toko belum ditempati, dengan berbagai alasan oleh pemiliknya.
Menjawab pertanyaan salah seorang anggota Komisi D DPRD Propinsi Jawa Tengah, Ir.Rudy Admoko, MM menjelaskan, bahwa status tanah Pasar Godong sudah atas nama Pemerintah Kabupaten Grobogan. Tidak seperti status tanah Pasar Purwodadi yang beberapa waktu lalu menimbulkan masalah tersendiri. Sebagian tanah Pasar Purwodadi tersebut milik warga sekitar. Namun sekarang masalah Pasar Purwodadi tersebut telah dapat diselesaikan dengan baik antara kedua belah pihak.
“Semua proyek Tahun 2007 yang menjadi kewenangan pengawasan Komisi D tersebut sebagian besar dalam pelaksanaannya dapat berjalan lancar sesuai rencana. Semua 100% selesai. Sebagain kecil kini ada yang masih dalam perawatan kontraksitor yang bersangkutan “kata Ir.Rudy Admoko, MM mengakhir penjelasannya kepada Komisi D Propinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D, Drs.HM. Indra Suyitno mengatakan, maksud diadakannya kunjungan kerja oleh Komisi D Propinsi Jawa Tengah ini, untuk mencari informasi dan melihat dari dekat pelaksanaan proyek oleh Pemkab Grobogan, yang biayanya sebagian dari Pempropinsi Jawa Tengah. Pihaknya merasa prehatin mengetahui Daerah Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu dilanda banjir yang cukup besar. Akibat bencana itu, merusak sejumlah infrastruktur yang perlu perbaikan terutama tanggul sungai yang rawan jebol.
Diharapkan, kegiatan proyek terutama untuk mengatasi hendaknya agar sesuai rencana yaitu tepat waktu, tepat mutu, tepat anggaran dan bermanfaat bagi masyarakat. Komisi D mengadakan sidang lapangan sesuai Topoksi yang ada. Bukan mencari kesalahan dan kekurangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Usai dengar pendapat bersama Dinas/Instansi terkait Kabupaten Grobogan, rombongan Komisi D DPRD Propinsi Jawa Tengah yang didamping Kepala DPUK Kabupaten Grobogan Ir. Rudy Admoko, MM dan dinas terkait, berkenan melakukan kujungan lapangan, meninjau pembangunan pasar Godong Kecamatan Godong dan lokasi lainya yang lebih aman dan tidak kotor (bagus murgan)