Metro Realita .
Tiga pelaku perampasan di Kawasan objek wisata Bendung Kletak Kecamatan Klambu diamankan polisi kemarin.Mereka sebelumnya merampas telepon genggam (Hp) milik Bintar Arum Kusuma (16) warga Dusun Wegil Desa/ Kecamatan Sukolilo Pati yang berada di lokasi bendung bersama Muhammad Sri Wahyudi warga Dusun Ngawen Desa/ Kecamatan Sukolilo Pati.Dalam aksinya pelaku, AS (16) warga Klampok Godong, AM (17) warga Demak dan BI (17) alias Gembrik
warga Pilangrejo Demak mengajak korban menenggak miras. Mereka berkeinginan, setelah doyong , motor Yamaha Vixion milik korban dapat pula dirampas.’’Namun aksi itu gagal karena korban melawan. Pelaku hanya bisa merampas Hp Nokia yang dibawa Bintar Arum,’’ papar Kapolres Grobogan AKBP Drs Isnaeni Ujiarto Msi didampingi Kasatreskrim AKP I Nyoman Widiana SH Rabu siang.Tertangkapnya pelaku tidak serta merta menghentikan penyelidikan polisi. Sebab, masih ada dua buron lain yang dicari. Tersangka selain merampas Hp, juga nekat mengeroyok korban beramai-ramai. Akibatnya Bintar dan Wahyudi dirawat di RS.
Dimintai Rokok Sebelum perampasan, korban duduk-duduk di lokasi kejadian. Mereka sebenarnya berniat memancing namun karena tidak membawa kail maupun umpan akhirnya sekedar menikmati suasana waduk sore itu. Tak berapa lama datang lima orang mengendarai dua sepeda motor. Awalnya mereka sekadar berbasi-basi meminta rokok, yang dipenuhi korban dengan cara membeli di warung terdekat.Setelah cukup akrab, pelaku mencoba menawarkan minuman arak yang diopolos minuman penambah energi. Korban sempat menolak karena memang jarang minum alkohol dan di lokasi itu ramai orang. Pelaku terus bersiasat, agar korban bersedia minum miras. Menghindari lokasi ramai, mereka kemudian berombongan menuju sebelah timur bendung, untuk kemudian berpesta miras bersama.Korban yang memang tidak pernah minum dalam waktu kurang 15 menit langsung teler.
Kesempatan ini coba dimanfaatkan dengan mengambil barang berharga milik korban.Pada saat Hp diminta, Bintar dan Wahyudi belum bereaksi. Baru ketika pelaku mencoba merebut kunci motor muncul perlawanan. Sempat terjadi aksi pukul yang berbuntut pengeroyokan terhadap korban. Namun begitu, korban pantang menyerah.Merasa kesulitan menundukkan Bintar dan Wahyudi pelaku akhirnya melarikan diri. Pelaku hanya membawa telepon genggam hingga akhirnya dicokok polisi. AS, BI, dan AM tercatat sebagai siswa SLTA di Kabupaten Demak. (gus murgan)